Fakta Nutrisi
Per sajian 430g
% Nilai Harian berdasarkan diet 2000 kkal
Lemak Tak Jenuh Tunggal18.7g
Lemak Tak Jenuh Ganda9.6g
Lemak Jenuh8.4g
Lemak Trans0.2g
Serat9.8g
Pati58.9g
Gula9.7g
Protein Hewani5.8g
Protein Nabati14.7g
Tentang
Hidangan ala India Utara berupa paratha isi kentang yang disajikan dengan raita bawang, bawang mentah, dan acar pedas. Kalorinya dan lemaknya tergolong cukup tinggi, dengan sebagian besar karbohidrat berasal dari tepung gandum utuh dan kentang.
Aloo Paratha dengan Raita Bawang dan Acar
Catatan pengantar
Aloo paratha adalah pelajaran tentang kehangatan, pengendalian, dan keseimbangan: roti pipih gandum yang renyah membungkus kentang berbumbu, disajikan dengan yogurt dingin dan ketajaman acar. Hidangan ini harus ditangani dengan disiplin, agar rotinya tetap lentur, isiannya berbumbu namun tidak basah, dan raitanya terasa bersih, bukan berat. Jika dibuat dengan benar, setiap elemen mempertahankan karakternya sendiri sambil membentuk satu sajian yang utuh.
Inti resep
Kategori hidangan: Roti pipih isi dengan kondimen
Masakan atau asal: India Utara
Jenis sajian: Sarapan atau makanan ringan
Hasil: 2 porsi
Ukuran porsi: 215 g
Waktu persiapan: 25 menit
Waktu memasak: 20 menit
Total waktu: 45 menit
Tingkat kesulitan: Menengah
Peralatan
Mangkuk adonan
Mangkuk kecil
Penggilas adonan
Wajan berat atau tawa, 28 cm
Spatula
Parutan atau garpu untuk melumatkan
Bahan
Untuk adonan
120 g tepung gandum utuh
2 g garam
55 g air
8 g minyak sayur
Untuk isian kentang
180 g kentang, dikupas dan direbus
20 g bawang bombai, diparut halus
6 g cabai hijau, dicincang halus
6 g daun ketumbar, dicincang halus
2 g jintan, sedikit ditumbuk
2 g bubuk cabai merah
2 g garam
Untuk raita
120 g yogurt
20 g bawang bombai, dicincang sangat halus
2 g garam
2 g jintan, sedikit ditumbuk
Untuk memasak dan menyajikan
12 g minyak sayur
20 g acar
Metode
1. Buat adonan: campurkan tepung gandum utuh dan garam dalam mangkuk. Tambahkan air dan minyak sayur, lalu aduk hingga terbentuk adonan kasar. Uleni selama 4 hingga 5 menit sampai halus dan elastis. Tutup dan diamkan selama 15 menit; adonan harus terasa lentur dan permukaannya tidak lagi kering.
2. Siapkan isian: lumatkan kentang rebus hingga halus tetapi tidak seperti pasta. Campurkan bawang bombai parut, cabai hijau, daun ketumbar, jintan, bubuk cabai merah, dan garam. Isian harus berbumbu merata dan cukup padat untuk menyatu tanpa mengeluarkan cairan.
3. Siapkan raita: campurkan yogurt, bawang bombai cincang halus, garam, dan jintan dalam mangkuk kecil. Aduk hingga tercampur rata. Simpan dingin sampai akan disajikan; teksturnya harus tetap cukup cair untuk disendok dan berbumbu ringan.
4. Bagi adonan menjadi 2 bagian sama besar. Bulatkan masing-masing bagian hingga halus. Pipihkan satu bulatan, taburi sedikit tepung bila perlu, lalu gilas menjadi bulatan berdiameter 12 cm.
5. Letakkan setengah isian kentang di tengah bulatan, sisakan tepi yang bersih. Kumpulkan tepinya menutupi isian lalu cubit hingga rapat. Pipihkan perlahan, lalu gilas hati-hati menjadi cakram berdiameter 16 hingga 18 cm, dengan tekanan merata agar isian tidak menembus keluar. Ulangi dengan bagian kedua.
6. Panaskan wajan di atas api sedang hingga panas, sekitar 2 menit. Letakkan satu paratha di atas wajan dan masak selama 45 hingga 60 detik, sampai bagian bawahnya menunjukkan bintik-bintik keemasan pucat. Balik, olesi dengan sebagian minyak sayur, lalu masak lagi selama 45 hingga 60 detik. Balik sekali lagi, olesi sisi kedua dengan minyak, lalu masak 30 hingga 45 detik per sisi sambil ditekan ringan dengan spatula, sampai kedua sisinya kecokelatan merata dengan bagian-bagian renyah dan rotinya matang sempurna. Ulangi dengan paratha kedua.
7. Hangatkan acar sebentar hanya jika diinginkan; acar harus tetap terasa tegas dan tajam, bukan seperti dimasak.
Penataan dan penyajian
Letakkan satu paratha di setiap piring dan lipat ringan atau biarkan utuh untuk tampilan yang lebih rapi. Sendokkan raita bawang di sampingnya, bukan di atas roti, dan letakkan acar dalam porsi kecil terpisah. Sajian harus terbaca sebagai renyah, sejuk, dan tajam dalam kontras yang disengaja.
Catatan profesional
Isian harus cukup kering untuk digilas tanpa sobek; kelembapan berlebih adalah musuh paratha yang rapi. Jaga wajan pada api sedang yang stabil agar roti matang sampai ke dalam sebelum bagian luarnya menjadi terlalu gelap. Raita harus tetap ringan bumbunya, agar paratha dan acar membawa nada rasa yang lebih kuat.