Beranda / world / Asia / India / Aloo paratha dengan raita bawang dan acar

Aloo paratha dengan raita bawang dan acar

Aloo paratha dengan raita bawang dan acar
Dicatat oleh @0512viahalyadav | 1 pengguna menyukai makanan ini | 0 pengguna menyimpan makanan ini

Fakta Nutrisi

Per sajian 430g

% Nilai Harian berdasarkan diet 2000 kkal

Kalori 760 kcal
38% DV
Total Lemak 39.2g
60% DV
Lemak Tak Jenuh Tunggal18.7g
Lemak Tak Jenuh Ganda9.6g
Lemak Jenuh8.4g
Lemak Trans0.2g
Total Karbohidrat 78.4g
26% DV
Serat9.8g
Pati58.9g
Gula9.7g
Protein 20.5g
41% DV
Protein Hewani5.8g
Protein Nabati14.7g

Tentang

Hidangan ala India Utara berupa paratha isi kentang yang disajikan dengan raita bawang, bawang mentah, dan acar pedas. Kalorinya dan lemaknya tergolong cukup tinggi, dengan sebagian besar karbohidrat berasal dari tepung gandum utuh dan kentang.

Bahan-bahan

Vitamin & Mineral

Vitamin

NutrisiJumlah%AKGWaktu paruh
Kolin54.0mg10%
Vitamin A42.0mcg5%
Vitamin B10.4mg35%
Vitamin B120.6mcg26%
Vitamin B20.5mg35%
Niasin4.8mg30%
Asam Pantotenat1.4mg27%
Vitamin B60.8mg46%
Biotin6.1mcg20%
Folat78.0mcg20%
Vitamin C24.6mg27%
Vitamin D0.1mcg1%
Vitamin E3.2mg21%
Vitamin K18.4mcg15%

Mineral

NutrisiJumlah%AKGWaktu paruh
Kalsium278.0mg28%
Tembaga420.0mcg47%
Zat Besi4.9mg27%
Magnesium96.0mg23%
Fosfor392.0mg56%
Kalium1010.0mg21%
Selenium31.0mcg56%
Natrium1710.0mg74%
Seng2.7mg25%

Aloo Paratha dengan Raita Bawang dan Acar

Catatan pengantar


Aloo paratha adalah pelajaran tentang kehangatan, pengendalian, dan keseimbangan: roti pipih gandum yang renyah membungkus kentang berbumbu, disajikan dengan yogurt dingin dan ketajaman acar. Hidangan ini harus ditangani dengan disiplin, agar rotinya tetap lentur, isiannya berbumbu namun tidak basah, dan raitanya terasa bersih, bukan berat. Jika dibuat dengan benar, setiap elemen mempertahankan karakternya sendiri sambil membentuk satu sajian yang utuh.

Inti resep


Kategori hidangan: Roti pipih isi dengan kondimen
Masakan atau asal: India Utara
Jenis sajian: Sarapan atau makanan ringan
Hasil: 2 porsi
Ukuran porsi: 215 g
Waktu persiapan: 25 menit
Waktu memasak: 20 menit
Total waktu: 45 menit
Tingkat kesulitan: Menengah

Peralatan


Mangkuk adonan
Mangkuk kecil
Penggilas adonan
Wajan berat atau tawa, 28 cm
Spatula
Parutan atau garpu untuk melumatkan

Bahan



Untuk adonan


  • 120 g tepung gandum utuh

  • 2 g garam

  • 55 g air

  • 8 g minyak sayur


  • Untuk isian kentang


  • 180 g kentang, dikupas dan direbus

  • 20 g bawang bombai, diparut halus

  • 6 g cabai hijau, dicincang halus

  • 6 g daun ketumbar, dicincang halus

  • 2 g jintan, sedikit ditumbuk

  • 2 g bubuk cabai merah

  • 2 g garam


  • Untuk raita


  • 120 g yogurt

  • 20 g bawang bombai, dicincang sangat halus

  • 2 g garam

  • 2 g jintan, sedikit ditumbuk


  • Untuk memasak dan menyajikan


  • 12 g minyak sayur

  • 20 g acar


  • Metode


  • 1. Buat adonan: campurkan tepung gandum utuh dan garam dalam mangkuk. Tambahkan air dan minyak sayur, lalu aduk hingga terbentuk adonan kasar. Uleni selama 4 hingga 5 menit sampai halus dan elastis. Tutup dan diamkan selama 15 menit; adonan harus terasa lentur dan permukaannya tidak lagi kering.


  • 2. Siapkan isian: lumatkan kentang rebus hingga halus tetapi tidak seperti pasta. Campurkan bawang bombai parut, cabai hijau, daun ketumbar, jintan, bubuk cabai merah, dan garam. Isian harus berbumbu merata dan cukup padat untuk menyatu tanpa mengeluarkan cairan.


  • 3. Siapkan raita: campurkan yogurt, bawang bombai cincang halus, garam, dan jintan dalam mangkuk kecil. Aduk hingga tercampur rata. Simpan dingin sampai akan disajikan; teksturnya harus tetap cukup cair untuk disendok dan berbumbu ringan.


  • 4. Bagi adonan menjadi 2 bagian sama besar. Bulatkan masing-masing bagian hingga halus. Pipihkan satu bulatan, taburi sedikit tepung bila perlu, lalu gilas menjadi bulatan berdiameter 12 cm.


  • 5. Letakkan setengah isian kentang di tengah bulatan, sisakan tepi yang bersih. Kumpulkan tepinya menutupi isian lalu cubit hingga rapat. Pipihkan perlahan, lalu gilas hati-hati menjadi cakram berdiameter 16 hingga 18 cm, dengan tekanan merata agar isian tidak menembus keluar. Ulangi dengan bagian kedua.


  • 6. Panaskan wajan di atas api sedang hingga panas, sekitar 2 menit. Letakkan satu paratha di atas wajan dan masak selama 45 hingga 60 detik, sampai bagian bawahnya menunjukkan bintik-bintik keemasan pucat. Balik, olesi dengan sebagian minyak sayur, lalu masak lagi selama 45 hingga 60 detik. Balik sekali lagi, olesi sisi kedua dengan minyak, lalu masak 30 hingga 45 detik per sisi sambil ditekan ringan dengan spatula, sampai kedua sisinya kecokelatan merata dengan bagian-bagian renyah dan rotinya matang sempurna. Ulangi dengan paratha kedua.


  • 7. Hangatkan acar sebentar hanya jika diinginkan; acar harus tetap terasa tegas dan tajam, bukan seperti dimasak.


  • Penataan dan penyajian


    Letakkan satu paratha di setiap piring dan lipat ringan atau biarkan utuh untuk tampilan yang lebih rapi. Sendokkan raita bawang di sampingnya, bukan di atas roti, dan letakkan acar dalam porsi kecil terpisah. Sajian harus terbaca sebagai renyah, sejuk, dan tajam dalam kontras yang disengaja.

    Catatan profesional


    Isian harus cukup kering untuk digilas tanpa sobek; kelembapan berlebih adalah musuh paratha yang rapi. Jaga wajan pada api sedang yang stabil agar roti matang sampai ke dalam sebelum bagian luarnya menjadi terlalu gelap. Raita harus tetap ringan bumbunya, agar paratha dan acar membawa nada rasa yang lebih kuat.
    VegetarianSeimbang
    Unduh di App Store