Fakta Nutrisi
Per sajian 120g
% Nilai Harian berdasarkan diet 2000 kkal
Lemak Tak Jenuh Tunggal2.6g
Lemak Tak Jenuh Ganda2.0g
Lemak Jenuh0.8g
Serat4.2g
Pati52.6g
Gula2.2g
Protein Nabati10.5g
Tentang
Terdiri dari beberapa irisan baguette atau roti putih berkulit renyah dengan taburan wijen. Sumber utama karbohidrat dari tepung terigu, dengan protein sedang dan lemak rendah hingga sedang dari biji wijen.
Baguette Berlapis Wijen
Catatan pengantar
Ini adalah roti yang ringan dan presisi dengan kerak tipis yang renyah berderak serta remah yang ringan dan berongga terbuka. Topping biji wijen memberi hasil akhir yang hangat dan bernuansa kacang pada roti, tetap bersih alih-alih terasa berat. Disajikan dalam irisan, roti ini paling baik saat keraknya masih renyah dan bagian dalamnya masih lentur.
Inti resep
Kategori hidangan: Roti
Masakan atau asal: Terinspirasi Prancis
Jenis sajian: Roti, pendamping
Hasil: 1 baguette, 120 g
Ukuran saji: 120 g
Waktu persiapan: 15 menit
Waktu memasak: 18 menit
Total waktu: 2 jam 33 menit
Tingkat kesulitan: Menengah
Peralatan
Mangkuk adonan
Scraper adonan
Timbangan dapur
Loyang baguette atau loyang panggang
Serbet dapur bersih
Lame tajam atau silet
Oven
Rak kawat
Bahan-bahan
Tepung terigu 76 g
Air 43 g
Ragi 1 g
Garam 1 g
Biji wijen 3 g
Metode
1. Dalam mangkuk adonan, campurkan tepung terigu, ragi, dan garam. Tambahkan air lalu aduk hingga terbentuk adonan kasar dan tidak ada tepung kering yang tersisa. Diamkan selama 10 menit.
2. Uleni adonan selama 6 hingga 8 menit sampai halus, elastis, dan sedikit lengket tetapi tidak melekat. Adonan harus menyatu dengan rapi dan menunjukkan kelenturan yang cukup tanpa robek.
3. Tutup mangkuk dengan serbet bersih dan biarkan adonan mengembang pada suhu ruang selama 60 hingga 75 menit, sampai tampak mengembang dan lentur.
4. Pindahkan adonan ke permukaan yang ditaburi sedikit tepung lalu bentuk menjadi baguette yang rapat dengan panjang sekitar 18 hingga 20 cm. Basahi permukaannya sedikit dengan air lalu gulingkan roti pada biji wijen agar bagian atasnya terlapisi merata.
5. Letakkan roti yang sudah dibentuk dengan sisi sambungan di bawah di atas loyang baguette atau loyang panggang. Tutup dan diamkan untuk proofing selama 30 hingga 40 menit, sampai sedikit mengembang dan memberi respons saat ditekan lembut dengan ujung jari.
6. Panaskan oven hingga 240°C. Sayat permukaan roti dengan 3 hingga 4 goresan diagonal dangkal. Panggang selama 16 hingga 18 menit, sampai berwarna keemasan tua dengan kerak renyah dan biji wijen menjadi terpanggang serta harum.
7. Pindahkan baguette ke rak kawat dan dinginkan setidaknya 20 menit sebelum diiris. Remahnya harus sudah set, ringan, dan berongga merata.
Penyajian dan penyuguhan
Iris baguette dengan sudut diagonal ringan dan tata potongannya dalam garis rapi atau kipas longgar. Keraknya harus tetap menonjol, dengan biji wijen terlihat di seluruh permukaan atas dan remahnya hanya cukup terbuka untuk menunjukkan strukturnya yang ringan.
Catatan profesional
Gunakan air secukupnya untuk menghasilkan adonan yang lentur; hidrasi berlebih akan melembutkan kerak. Menyangrai biji wijen sebelum dipanggang tidak wajib, tetapi oven harus benar-benar sudah dipanaskan penuh agar kerak cepat terbentuk dan topping mengembangkan aroma kacang yang jelas.