Fakta Nutrisi
Per sajian 110g
% Nilai Harian berdasarkan diet 2000 kkal
Lemak Tak Jenuh Tunggal10.0g
Lemak Tak Jenuh Ganda1.7g
Lemak Jenuh2.1g
Serat3.8g
Pati37.4g
Gula0.8g
Protein Nabati8.5g
Tentang
Roti pipih gaya Timur Tengah yang dilipat dan diberi topping za'atar serta minyak zaitun. Makanan ini terutama berbahan tepung terigu olahan, dengan lemak sedang dari minyak zaitun dan protein dalam jumlah sedang.
Roti Pipih Za’atar dengan Minyak Zaitun
Catatan pengantar
Ini adalah roti pipih dengan presisi yang tenang: lentur di bagian tengah, sedikit renyah di bagian tepi, dan harum dengan kehangatan hijau dan resin dari za’atar. Minyak zaitun membawa bumbu ke permukaan adonan, tempat wijen dan herba bertemu dengan panas oven. Rasanya harus sederhana, tetapi tidak pernah hambar.
Inti resep
Kategori hidangan: Roti pipih
Masakan atau asal: Terinspirasi Levant
Jenis sajian: Roti, pendamping
Hasil: 1 roti pipih
Ukuran porsi: 110 g
Waktu persiapan: 15 menit
Waktu memasak: 10 menit
Total waktu: 1 jam 25 menit
Tingkat kesulitan: Sedang
Peralatan
Mangkuk adonan
Timbangan dapur
Pengikis adonan
Penggilas adonan
Loyang panggang
Kertas roti
Kuas pastry
Oven
Bahan
Adonan
Tepung terigu, 55 g
Air, 28 g, hangat suam-suam kuku
Ragi, 1 g
Garam, 1 g
Bumbu dan penyelesaian
Minyak zaitun, 15 g
Bumbu za’atar, 8 g
Biji wijen, 2 g
Metode
1. Dalam mangkuk adonan, campurkan air hangat suam-suam kuku dan ragi. Aduk sebentar lalu diamkan selama 5 menit, sampai permukaannya tampak sedikit berbusa dan ragi aktif.
2. Tambahkan tepung terigu dan garam. Aduk sampai terbentuk adonan kasar, lalu uleni selama 6 hingga 8 menit sampai halus, elastis, dan tidak lagi lengket. Adonan harus terasa lentur dan kenyal saat disentuh.
3. Tutup adonan dan istirahatkan pada suhu ruang selama 45 menit, sampai adonan rileks dan sedikit mengembang. Adonan tidak perlu menjadi dua kali lipat; cukup menjadi lebih lembut dan lebih mudah direntangkan.
4. Panaskan oven hingga 240°C dan alasi loyang panggang dengan kertas roti.
5. Dalam mangkuk kecil, campurkan minyak zaitun dan bumbu za’atar. Aduk hingga menjadi pasta encer yang harum.
6. Gilas adonan menjadi bulat atau oval tipis, sekitar 18 cm lebarnya, dengan ketebalan yang merata agar matang seragam.
7. Pindahkan adonan ke loyang yang sudah dialasi. Olesi permukaannya secara merata dengan minyak za’atar, sisakan hanya pinggiran sempit tanpa olesan. Taburkan biji wijen di atasnya agar menempel pada minyak.
8. Panggang selama 8 hingga 10 menit, sampai roti matang, tepinya sedikit kecokelatan, dan permukaannya menunjukkan beberapa bercak keemasan tua. Bagian tengah harus tetap empuk, bukan kering.
9. Keluarkan dari oven dan diamkan selama 2 menit sebelum disajikan.
Penyajian dan penyuguhan
Sajikan roti pipih selagi hangat, utuh atau dipotong menjadi beberapa irisan rapi, dengan permukaan berbumbu menghadap ke atas. Rotinya harus lentur di bagian tengah, renyah di pinggir, dan berkilau merata oleh minyak dan rempah.
Catatan profesional
Waktu istirahat singkat setelah pencampuran sangat penting; ini memungkinkan adonan digilas tipis tanpa kembali menyusut. Jangan terlalu banyak memberi minyak pada permukaan, atau roti akan menggoreng alih-alih memanggang. Hasil akhir yang ideal adalah harum, sedikit melepuh, dan rapi di bagian tepi.