Beranda / world / Eropa / Swedia / Ramen tonkotsu dengan chashu, daun bawang, jahe acar, dan minyak cabai

Ramen tonkotsu dengan chashu, daun bawang, jahe acar, dan minyak cabai

Ramen tonkotsu dengan chashu, daun bawang, jahe acar, dan minyak cabai
Dicatat oleh @hokkaido | 0 pengguna menyukai makanan ini | 0 pengguna menyimpan makanan ini

Fakta Nutrisi

Per sajian 620g

% Nilai Harian berdasarkan diet 2000 kkal

Kalori 760 kcal
38% DV
Total Lemak 40.0g
62% DV
Lemak Tak Jenuh Tunggal19.0g
Lemak Tak Jenuh Ganda5.0g
Lemak Jenuh14.0g
Lemak Trans0.2g
Total Karbohidrat 67.0g
22% DV
Serat4.0g
Pati59.0g
Gula4.0g
Protein 31.0g
62% DV
Protein Hewani24.0g
Protein Nabati7.0g

Tentang

Semangkuk ramen berkuah kaldu babi yang kaya dengan mi gandum dan irisan chashu babi. Tinggi sodium dan lemak, dengan protein sedang serta karbohidrat yang cukup tinggi dari mi.

Bahan-bahan

Vitamin & Mineral

Vitamin

NutrisiJumlah%AKGWaktu paruh
Kolin78.0mg14%
Vitamin A35.0mcg4%
Vitamin B10.6mg46%
Vitamin B120.7mcg29%
Vitamin B20.4mg32%
Niasin6.8mg43%
Asam Pantotenat1.4mg28%
Vitamin B60.4mg25%
Biotin7.0mcg23%
Folat95.0mcg24%
Vitamin C4.5mg5%
Vitamin D0.3mcg2%
Vitamin E1.8mg12%
Vitamin K18.0mcg15%

Mineral

NutrisiJumlah%AKGWaktu paruh
Kalsium85.0mg9%
Tembaga220.0mcg24%
Zat Besi3.2mg18%
Magnesium48.0mg11%
Fosfor290.0mg41%
Kalium540.0mg11%
Selenium28.0mcg51%
Natrium2100.0mg91%
Seng2.7mg25%

Tonkotsu Ramen dengan Chashu, Acar Jahe, dan Minyak Cabai

Catatan pembuka


Ini adalah semangkuk ramen yang dibangun di atas kedalaman, kejernihan, dan kendali: kuah babi yang putih susu, mi yang kenyal lembut, dan chashu yang ditata dengan presisi. Acar jahe mengangkat kekayaan rasanya, sementara minyak cabai dan biji wijen memberi sentuhan akhir berupa rasa pedas, aroma harum, dan tekstur halus. Setiap elemen harus tetap terasa berbeda, namun keseluruhan mangkuk harus dinikmati sebagai satu ekspresi yang utuh.

Informasi dasar resep


Kategori hidangan: Sup mi
Masakan atau asal: Jepang
Jenis sajian: Hidangan utama
Hasil: 1 mangkuk
Ukuran porsi: 620 g
Waktu persiapan: 10 menit
Waktu memasak: 5 menit
Total waktu: 15 menit
Tingkat kesulitan: Menengah

Peralatan


1 panci besar atau panci ramen
1 panci kecil untuk memanaskan kembali kuah dan mi
1 saringan halus atau spider
1 sendok sayur
1 mangkuk saji, kapasitas minimal 650 g
1 talenan
1 pisau tajam

Bahan-bahan



Kuah dan mi


  • 430 g kuah tonkotsu

  • 140 g mi ramen


  • Topping


  • 60 g chashu babi, iris

  • 10 g daun bawang, iris tipis

  • 8 g acar jahe

  • 6 g minyak cabai

  • 4 g jamur kuping, sudah disiapkan

  • 2 g biji wijen


  • Cara membuat


  • 1. Didihkan perlahan kuah tonkotsu dalam panci kecil di atas api sedang hingga mencapai simmer yang stabil. Pertahankan selama 3 hingga 4 menit sampai benar-benar panas, harum, dan sedikit beruap; jangan sampai mendidih keras, atau kuah akan kehilangan teksturnya yang halus.


  • 2. Dalam panci terpisah, masak mi ramen dalam air mendidih deras selama 1 menit 30 detik hingga 2 menit, atau sampai mi tepat empuk dengan bagian inti yang masih sedikit padat. Aduk sekali atau dua kali agar tidak lengket, lalu tiriskan hingga benar-benar kering.


  • 3. Hangatkan chashu babi dalam kuah panas selama 30 hingga 45 detik, cukup sampai dinginnya hilang tanpa membuat daging mengencang. Irisannya harus tetap mengilap dan lembut.


  • 4. Letakkan jamur kuping di dalam mangkuk saji. Tambahkan mi yang sudah ditiriskan ke bagian tengah, lalu tata chashu dengan rapi di salah satu sisi mangkuk.


  • 5. Sendokkan kuah tonkotsu panas ke atas mi dan topping, gunakan seluruh 430 g. Kuah harus mengelilingi mi sepenuhnya dan menggenang dengan tampilan pucat buram yang berkilau.


  • 6. Selesaikan dengan daun bawang, acar jahe, minyak cabai, dan biji wijen, letakkan masing-masing dengan cermat agar permukaannya tetap seimbang dan mudah dibaca. Sajikan segera saat kuah masih panas dan mi masih mempertahankan kekenyalannya.


  • Penataan dan penyajian


    Sajikan dalam mangkuk dalam dengan chashu yang sebagian masih terlihat, daun bawang terkonsentrasi di bagian puncak, dan minyak cabai mengalir di permukaan. Mangkuk akhir harus terasa kaya namun tetap tertata, dengan kesegaran dan kepedasan yang memotong bobot kuah.

    Catatan profesional


    Jaga kuah tetap cukup panas untuk membawa aroma, tetapi jangan pernah mendidih agresif saat disajikan di meja. Mi harus ditiriskan dengan baik sebelum perakitan agar kuah tetap pekat. Acar jahe harus tetap menjadi aksen akhir, bukan rasa yang dominan.
    Seimbang
    Unduh di App Store